Wednesday, December 30, 2009

tahun baru

2009 akan beranjak ke 2010. saya kadang-kadang heran. mengapa saya merayakan tahun baru. padalah hari 31 desember dan keesokan harinya tanggal 1 januari sama saja seperti hari-hari biasanya. tidak tiba2 di rumah berubah jadi futuristik, atau mendadak ada UFO dateng ke rumah, atau tiba-tiba saya bisa terbang. enggak gitu juga sih. hehe. yah pokonya sebenernya kalo ga ada embel-embel tahun baru, pasti biasa aja sih sebenernya. tapi yaudahlah yaa. rame juga ngerayain taun baru sama keluar atau teman-teman ataupun dengan yang terkasih. hmmmmmm. hehe.
bosen sih ya liat semuanya nulis resolusi2. tapi sebenernya saya juga pengen nulis! hahahaha. ah tapi intinya resolusi semua orang kan pengen lebih baik dari tahun2 sebelumnya. ya kan?
lebih baik saya mereview. apa point-point penting yang udah saya capai di 2009.
1. masuk kriya!
seneng banget. tugas2nya awal-awal semangat ngerjain. kesini-sini walaupun semangat tapi ga beres-beres saking banyaknya. -_-
2. bisa nyetir mobil!
tapi harus ditemenin Mang Deden. haha. abis saya belum berani sendiri, secara motor dan angkot suka bikin emosi dan buat saya lepas stir mobil, ngerem, terus pundung dulu beberapa detik.
3. nonton konser bareng pacar!
azeeeek. saya nonton All American Rejects berdua. hehehe.
4. bisa ngerajut
ah engga deng ini biasa aja. haha.
5. dapet gaji pertama!
bantu-bantuin face painting. lumayaan, bisa beli American Favorite dengan stuffed crust ukuran large 4 biji.
6. bikin tas sendiri, baju sendiri, sepatu sendiri!
wajar deng. haha. ya namanya juga tugas. tapi jadi kebanggaan tersendiri aja. :p

SUMPAHLAH GA ADA LAGI????

ih parah. saya mendadak merasa tidak berguna hidup di tahun 2009 ini. :(
semoga di taun 2010 point-point di atas berkembang. amiiiiiin!

Monday, December 21, 2009

virus

entah kenapa akhir-akhir ini saya makin merasa lemahnya orang-orang dan mudahnya mereka terkena virus.
inget satu cerita di doraemon "cairan pembuat virus" kalo tidak salah itu judulnya.
dimana Nobita dengan nakalnya membuat virus "rok mini" untuk perempuan, dan ketika virus itu ditebar, keesokan harinya hampir seluruh perempuan di sekitarnya memakai rok mini.

Dan saya bosan melihat dengan mudahnya orang-orang terkena virus.
Dan saya heran mengapa orang ingin berbeda dan akhirnya malah jadi seragam.
Dan saya benci ketika apa yang saya lakukan ternyata tiba-tiba menjadi virus itu sendiri.
Dan saya bukan ingin beda sendiri, tapi saya ingin menunjukan saya kuat dan saya tidak mudah tertular virus-virus.

Kalian* bisa mengomentari saya ini itu karena saya tidak terkena virus.
Maka saya juga boleh mengatakan kalian. LEMAH!

(* tentu tidak akan saya sebut namanya. karena saya masih punya tata krama dan bukan berarti saya munafik.)

.

love you forever and forever love you with all my heart
love you whenever we're together love you when we're apart

Saturday, December 12, 2009

Tuesday, December 8, 2009

seni rupa = jago gambar

meh! salah besar ah kayanya! kok saya ngga jago gambar ya?

pikiran ini muncul ketika mata kuliah Olah Rajut. Sudah sekian lama saya ngga menggambar, ya, menggambar. entah menggambar apapunlah. dan terutama menggambar proporsi manusia. Di mata kuliah itu, tiba2 dosen kami:
Ibu Ken: Semuanya, sekarang coba gambar 2 ilustrasi fesyen di kertas. Dikumpulkan. Cepet ya. 15 menit cukup kan? saya liat gambar kalian kok jelek-jelek ya di portofolio. kaya bukan gambaran anak SR aja.

BEEEN! otak saya mentok. kalian tau kan gambar ilustrasi fesyen, yang keliatan-ngasal-tapi-bagus -dan terlihat mudah?

ternyata susah kawan2. bagi saya susah sih. abis pas ngegambar, tiba-tiba tangan saya kaku kaya anak teknik fisika yang ga pernah gambar disuruh gambar suasana dalam 100 menit. sial.
pertama-tama gambar saya berserabut, buluan, karena garisnya berulang-ulang dan pendek-pendek, dan terputus2. alhasil saya hapus, dan ternyata penghapusnya Arul kayanya udah ga pernah dipake sehingga bukannya menghapus bersih, tapi malah menghitamkan, apalagi saya pakai pensil 6B punya Arul yang jelas-jelas susah dihapus pastinya. Akhirnya saya ulanglah gambarnya.
Dan super seadanya. Itu juga sambil nginget-nginget gambar ilustrasi fesyen yang saya buat di portofolio olah rajut. Ya, saya nyalin orangnya dari majalah (maklum, kan belum diajarin jugaaa).
Setelah dikumpulin, Bu Ken bilang ke semua anak-anak di kelas. "ya, lumayan. ada yang udah bagus.. kalau terdesak baru bisa gambar ya kalian. ya lain kali gambar tu ya selayaknya anak seni rupa lah. seni rupa itb."
DANG! mungkin gambar sayalah yang selama ini ibu bilang sebagai gambar yang tidak layak bagi seni rupa. seni rupa itb. ah tapi mungkin ga layak juga di seni rupa universitas cililin.

sudahlah beres kelas hari itu. dan portofolio yang sudah dinilai pun dibagikan.
yes! dapet 88! ;)
terus saya liat-liat kembali. hihi. seneng.
tapi tiba-tiba.
di satu lembar, ada gambar maha indah dan maha bagus yang tergambar dan saya ga ingat kapan saya gambar itu.
tentu saya ga inget. orang bukan saya yang gambar.
ternyata saudara saudari, itu adalah gambaran Bu Ken. yang digambar tepat di sebelah ilustrasi fesyen yang saya buat dan seandainya gambar itu hidup saya yakin ada kesenjangan sosial di antara mereka berdua dan gencet-gencetan seperti jaman SMA.
gambar Bu Ken: "heh! kok lo jelek banget sih! pletat pletot, ceking kaya tiang listrik, bajunya juga ga jelas! liat gue dong!"
gambar Diza: "iya, iya.. maafin teh.."

langsung menyadari. kayanya tadi Bu Ken nyuruh gambar ilustrasi fesyen di kelas, kayanya terinspirasi setelah melihat gambar ilustrasi fesyen yang saya buat yang sok-sok nyeni, dan sok sok bagus, dan sok sok asal.

Jadi pengen belajar bikin ilustrasi fesyen! sebenernya ada mata kuliahnya sih nati, di tingkat 3 kalo ga salah.

hmmmm.. beberapa foto ilustrasi fesyen yang saya bilang keliatan-ngasal-tapi-bagus -dan terlihat mudah.



Taoism

The Way is like an empty vessel
That yet may be drawn from
Without ever needing to be filled.
It is botomless; the very progenitor
of all things in the world.
In it all sharpness is blunted,
All tangles is untied,
All glare tempered,
All dust smoothed,
It is like a deep pool that never dries.

(There was) something mysteriously formed,
Born before heaven and earth..
Perhaps it is the mother of ten thousand things.
I do not know its name.
Call it Tao.




Tentu saya tidak menganut atau meyakini atau apalah itu dengan Taoism.
Tapi saya hanya suka ketika itu dituangkan dalam kata-kata seperti di atas.
Seperti bisa merasakan setiap katanya.
Seperti mengerti maknanya.
Seperti tau apa artinya.

Padahal saya tidak tahu sama sekali.

Sunday, December 6, 2009

mayday mayday!

ini yang harus saya kerjakan dan semuanya dikumpulkan pada bulan januari atau UAS

1. video showreel untuk matkul Image Analysis
2. produk untuk matkul Image Analysis
3. menyablon kain untuk matkul Pengetahuan Bahan Tekstil
4. translate, artikel, dll untuk Sejarah Kriya
5. portofolio untuk Bagan Teknik Tekstil
6. produk rajutan untuk matkul Olah Rajut
7. produk makrame untuk matkul Olah Rajut

SELAMAT MENGERJAKAN TUGAS UAS YAH YOU GUYSSSSSSS!!!!!!

:|

Thursday, December 3, 2009

49.51 menit

April tadi nelepon saya. Biasa, kita berbincang2, sharing, berkeluh kesah, cerita, curhat, becanda, selayaknya perempuan bersahabat. Tapi ada yang beda dari perbincangan yang tadi. Saya menemukan ada perasaan yang April rasakan, dan itu sama persis dengan apa yang saya rasakan. Walaupun permasalahannya beda, tapi perasaannya tepat sama seperti itu. Hahaha. aneh. dan anehnya, keluh kesah kita berdua berhenti dengan sendirinya dan tiba2 kita menjadi dua orang yang seolah2 baru sadar, "oh iya ya.. iya juga ya...". jadi curhat sendiri tapi sadar sendiri. hehe. terus masalah yang dirasain sama lagi! hahahaha. kacau. emang di dunia ini ga ada yang kebetulan, semuanya ada maksud dan tujuan, semuanya sudah terencana rapi, semua pasti ada maksudnya, semua pasti adalah petunjuk, hanya kadang kita yang tidak bisa membaca petunjuk-Nya.

"Iya pril, jadi kata dia, istilahnya tuh sama aja kaya kita punya band, tapi bandnya skill nya kurang, masih jelek, tapi berharap diterima major label. ga bisa muluk-muluk langsung ngarep gitu kan? mendingan benerin aja dulu skill nya, perbaikin yang kurang-kurang, baru berharap diterima."

.

you don't know what you've got till it's gone.

when I'm gone, will you feel the same?

Wednesday, December 2, 2009

from blogger to tumblr

entah kenapa ada perasaan senang ketika melihat beberapa teman yang masih suka mengupdate blognya di blogger.com .
Berasa "yey, masih ada temen!", setelah merasa sekarang kebanyakan sudah pindah ke tumblr. kecuali emg pemakai tumblr dari dulu sih, itu mah beda lagi yah.
ga ada yang salah kok! sumpah! ga ada yang salah!
cumaaaaaaaaaa
blogger jadi agak sepi niih :(

cerita pendek

diandradiza: desy
diandradiza: aku masuk angin
diandradiza: kesel bgt
diandradiza: kentut2 aja dr td
diandradiza: udh gt bau bgt
Desoy Asoy: usir usir
diandradiza: udh gt kadang kntut taunya mencret
Desoy Asoy: ah
Desoy Asoy: tai diza
Desoy Asoy: hahahaha
diandradiza: jd msti tbak2 dulu, "duh ini kentut apa mencret ya?"

Pesimis, Optimis, dan Realistis

orang pesimistis itu ibarat pelaut yang selalu mengeluhkan angin
orang optimistis ibarat pelaut yang berharap angin itu berubah
orang realistis ibarat pelaut yang menyesuaikan layarnya dengan angin.
(William Arthur Ward, penulis Amerika Serikat)


Quote ini saya dapat dari blog seorang guru waktu saya SD yang sangat berjasa dalam hidup saya. Namanya Bu Didi. :) (kayanya kalau untuk bercerita lebih lanjut tentang beliau, kayanya saya post lain kali ya!)

Kembali lagi ke quote yang tadi. Termasuk yang manakah anda?

Percaya tidak percaya, menurut saya pribadi, saya termasuk yang optimis!
Ya. Saya orang yang tidak takut untuk berharap, walaupun jika pada nyatanya tidak sesuai dengan harapan- dan saya akan amat sangat kecewa, tapi saya pasti berharap pada awalnya.

Tidak ada yang salah dengan sikap pesimis, optimis, dan realistis. Yang salah itu jika anda menambahkan kata "terlalu" di depannya. Nah, itu baru salah.
Saya juga kadang2 pesimis dalam suatu hal. Misalnya saya membuat sebuah karya (ciee. karya. tugas2 saya termasuk karya juga kan?), tapi saya tuh ngebuatnya setengah2. setengah niat, setengah males. Dan setelah 'karya' saya jadi, saya ngeliatnya jadi, "aaah. pasti jelek deh nilainya. aduuh, kalo ga males sih pengennya kerjain ulang deh." Tapi saya rasa pesimis di hal-hal seperti itu masih wajar kan? Atau bersikap optimis seperti, "saya sudah berusaha sekuat tenaga, dan saya rasa saya mampu melewatinya." juga bersikap realistis seperti, mmmmm.. kok saya agak susah mencari contoh ya? Apa saya tidak pernah bersikap realistis? haha.

Tuesday, December 1, 2009

SORRY FOR BEING REAL

liat dari blog April.

:(

hmmmm. ini banget pril!

kenapa kita lahir?

kadang-kadang saya merasa hidup saya ini meaningless. maksudnya tujuan utama saya hidup ini apa? Tuhan menciptakan kita kan bukan asal nyiptain aja kan? Pasti ada maksudnya juga. Saya gatau apa yang harus saya lakukan di dunia ini agar saya berguna. Hmmm. saya minder sama beberapa temen saya dan orang2 hebat yang saya tau di dunia ini. Saya ngerasa saya belum melakukan hal-hal berarti di dunia ini. Kasarnya, kalau pun saya ga lahir di dunia ini, saya ga akan mempengaruhi apa-apa. Ada atau tidak ada saya itu sama saja. Tidak ada yang berubah di dunia ini. Hmmm. apakah sebegitu ga berartinya saya? Lalu untuk apa saya hidup.

...

Mmmmmm...

Coba saya pikir kembali...

Pernah saya dengar dari seseorang,

kelahiran saya di dunia ini:

membuat kedua orang tua saya bahagia memiliki anak perempuan sehingga mereka lengkap punya anak dua sejoli.

membuat kakak laki-laki saya satu-satunya bahagia karena dia merasa bisa menjadi pelindung adik perempuannya.

membuat Audhea Barvianti memiliki sahabat dari kecil sampai sekarang ini.

mungkin itulah arti hidup yang bisa saya pegang saat ini sampai seumur hidup saya nanti. Keluarga yang tak akan pernah pergi dari hidup saya, dan sahabat yang akan setia menemani saya sampai kapanpun.