Tuesday, December 8, 2009

Taoism

The Way is like an empty vessel
That yet may be drawn from
Without ever needing to be filled.
It is botomless; the very progenitor
of all things in the world.
In it all sharpness is blunted,
All tangles is untied,
All glare tempered,
All dust smoothed,
It is like a deep pool that never dries.

(There was) something mysteriously formed,
Born before heaven and earth..
Perhaps it is the mother of ten thousand things.
I do not know its name.
Call it Tao.




Tentu saya tidak menganut atau meyakini atau apalah itu dengan Taoism.
Tapi saya hanya suka ketika itu dituangkan dalam kata-kata seperti di atas.
Seperti bisa merasakan setiap katanya.
Seperti mengerti maknanya.
Seperti tau apa artinya.

Padahal saya tidak tahu sama sekali.

Sunday, December 6, 2009

mayday mayday!

ini yang harus saya kerjakan dan semuanya dikumpulkan pada bulan januari atau UAS

1. video showreel untuk matkul Image Analysis
2. produk untuk matkul Image Analysis
3. menyablon kain untuk matkul Pengetahuan Bahan Tekstil
4. translate, artikel, dll untuk Sejarah Kriya
5. portofolio untuk Bagan Teknik Tekstil
6. produk rajutan untuk matkul Olah Rajut
7. produk makrame untuk matkul Olah Rajut

SELAMAT MENGERJAKAN TUGAS UAS YAH YOU GUYSSSSSSS!!!!!!

:|

Thursday, December 3, 2009

49.51 menit

April tadi nelepon saya. Biasa, kita berbincang2, sharing, berkeluh kesah, cerita, curhat, becanda, selayaknya perempuan bersahabat. Tapi ada yang beda dari perbincangan yang tadi. Saya menemukan ada perasaan yang April rasakan, dan itu sama persis dengan apa yang saya rasakan. Walaupun permasalahannya beda, tapi perasaannya tepat sama seperti itu. Hahaha. aneh. dan anehnya, keluh kesah kita berdua berhenti dengan sendirinya dan tiba2 kita menjadi dua orang yang seolah2 baru sadar, "oh iya ya.. iya juga ya...". jadi curhat sendiri tapi sadar sendiri. hehe. terus masalah yang dirasain sama lagi! hahahaha. kacau. emang di dunia ini ga ada yang kebetulan, semuanya ada maksud dan tujuan, semuanya sudah terencana rapi, semua pasti ada maksudnya, semua pasti adalah petunjuk, hanya kadang kita yang tidak bisa membaca petunjuk-Nya.

"Iya pril, jadi kata dia, istilahnya tuh sama aja kaya kita punya band, tapi bandnya skill nya kurang, masih jelek, tapi berharap diterima major label. ga bisa muluk-muluk langsung ngarep gitu kan? mendingan benerin aja dulu skill nya, perbaikin yang kurang-kurang, baru berharap diterima."

.

you don't know what you've got till it's gone.

when I'm gone, will you feel the same?

Wednesday, December 2, 2009

from blogger to tumblr

entah kenapa ada perasaan senang ketika melihat beberapa teman yang masih suka mengupdate blognya di blogger.com .
Berasa "yey, masih ada temen!", setelah merasa sekarang kebanyakan sudah pindah ke tumblr. kecuali emg pemakai tumblr dari dulu sih, itu mah beda lagi yah.
ga ada yang salah kok! sumpah! ga ada yang salah!
cumaaaaaaaaaa
blogger jadi agak sepi niih :(

cerita pendek

diandradiza: desy
diandradiza: aku masuk angin
diandradiza: kesel bgt
diandradiza: kentut2 aja dr td
diandradiza: udh gt bau bgt
Desoy Asoy: usir usir
diandradiza: udh gt kadang kntut taunya mencret
Desoy Asoy: ah
Desoy Asoy: tai diza
Desoy Asoy: hahahaha
diandradiza: jd msti tbak2 dulu, "duh ini kentut apa mencret ya?"

Pesimis, Optimis, dan Realistis

orang pesimistis itu ibarat pelaut yang selalu mengeluhkan angin
orang optimistis ibarat pelaut yang berharap angin itu berubah
orang realistis ibarat pelaut yang menyesuaikan layarnya dengan angin.
(William Arthur Ward, penulis Amerika Serikat)


Quote ini saya dapat dari blog seorang guru waktu saya SD yang sangat berjasa dalam hidup saya. Namanya Bu Didi. :) (kayanya kalau untuk bercerita lebih lanjut tentang beliau, kayanya saya post lain kali ya!)

Kembali lagi ke quote yang tadi. Termasuk yang manakah anda?

Percaya tidak percaya, menurut saya pribadi, saya termasuk yang optimis!
Ya. Saya orang yang tidak takut untuk berharap, walaupun jika pada nyatanya tidak sesuai dengan harapan- dan saya akan amat sangat kecewa, tapi saya pasti berharap pada awalnya.

Tidak ada yang salah dengan sikap pesimis, optimis, dan realistis. Yang salah itu jika anda menambahkan kata "terlalu" di depannya. Nah, itu baru salah.
Saya juga kadang2 pesimis dalam suatu hal. Misalnya saya membuat sebuah karya (ciee. karya. tugas2 saya termasuk karya juga kan?), tapi saya tuh ngebuatnya setengah2. setengah niat, setengah males. Dan setelah 'karya' saya jadi, saya ngeliatnya jadi, "aaah. pasti jelek deh nilainya. aduuh, kalo ga males sih pengennya kerjain ulang deh." Tapi saya rasa pesimis di hal-hal seperti itu masih wajar kan? Atau bersikap optimis seperti, "saya sudah berusaha sekuat tenaga, dan saya rasa saya mampu melewatinya." juga bersikap realistis seperti, mmmmm.. kok saya agak susah mencari contoh ya? Apa saya tidak pernah bersikap realistis? haha.